Home » » Tips Public Speaking Sesuai Dengan Kepribadian

Tips Public Speaking Sesuai Dengan Kepribadian

Written By radiodairicirebon on Kamis, 04 Desember 2014 | 20.04

Kita tahu setiap orang memiliki tipe atau jenis kepribadian mereka masing – masing. Setiap apa yang dia miliki, mereka kerjakan dan mereka dalami selalu berbeda. Begitupula ketika mereka akan tampil di depan orang banyak. Tidak semua orang bisa menyamakan diri dan membuat diri mereka mudah untuk masuk ke dalam lingkungan orang yang tidak dikenal, kemudian tampil dengan apik. Berdasarkan kepribadian masing – masing orang yang dilatih, maka mereka mampu tampil dengan rasa percaya diri yang tinggi. Mari coba kita simak bagaimana public speaking yang sesuai untuk masing – masing tipe kepribadian:

1. The Coach atau Pelatih

Logo Beon-the-coach
Prioritas
Gambar/Pictures, Kata – kata, dan Struktur
Kekuatan
Seorang pelatih bisa mendapat kekuatan dari semangat dan energi yang mereka miliki. Mereka memiliki peran besar dalam setiap permainan dan interaksi dengan audiens mereka. Kebanyakan dari para pelatih bisa membuat animasi untuk setiap ucapan mereka, salah satu caranya dengan mondar mandir dan menunjuk ke beberapa arah. Itu adalah cara mereka agar dapat mengkomunikasikan pengalaman mereka sendiri.
Kelemahan
Seorang pelatih bisa saja terlihat selalu bersemangat dan sangat antusias dalam setiap gerakan dan ucapan mereka. Tapi terkadang mereka juga tidak menyadari, apa yang mereka ucapkan bisa diserap dengan baik atau tidak oleh para audiens.
Solusi
Untuk menghindari masalah ini, sebaiknya para pelatih terlebih dahulu mempersiapkan apa yang ingin mereka sampaikan. Sehingga tidak terlalu banyak keluar dari jalur informasi yang sebenarnya. Mereka boleh menggunakan catatan, agar tetap berada pada jalur penyampaian yang sesuai dengan tema. Ini sangat diperlukan bagi para pelatih untuk lebih menyadari fakta bahwa mereka berada di tengah – tengah orang banyak yang berbeda – beda. Mereka harus memiliki energi, semangat dan cara yang baik agar bisa diterima luas oleh audiens.

2. Inventor atau Penemu

Logo Beon-Inventor
Prioritas
Gambar/Pictures,Struktur dan Kata
Kekuatan
Seorang penemu yang besar akan menggunakan slide untuk menyampaikan persentasi mereka. Mereka paham bagaimana sebuah tesis atau hasil pengujian harus disajikan dan kemudian dijelaskan. Mereka akan mudah dengan menyampaikan beberapa poin yang sudah mereka siapkan dan kemudian membangun komunikasi dengan sekitarnya. Mereka biasanya lebih nyaman dalam sesi Q&A atau Question & Answer, setelah persentasi. Karena itu memungkinkan mereka dapat mengekspresikan diri, sementara itu mereka juga akan terbebas dari kendala lain diluar kemampuan mereka.
Kelemahan
Mereka tidak selalu memiliki pengalaman persentasi yang nyaman. Hal terburuk dari seorang penemu yang melakukan persentasi adalah scripting yang dimasukkan ke memori. Mereka akan cemas ketika harus mengingat detail kecil berupa kata – kata yang tepat dan sesuai.
Solusi
Mereka bisa menggunakan slide sebagai “batu loncatan”, dengan isyarat agar mereka bisa melanjutkan. Isyarat ini bisa berupa catatan singkat atau gambar yang memicu munculnya ide – ide lain. Dan membuatnya dapat berbicara dengan melirik slide sesekali, tanpa harus terus – menerus membaca teks yang berlebih. Audiens juga akan bosa ketika yang mereka lihat hanya berupa tulisan tanpa ilutrasi atau gambar apapun. Sehingga penting bagi mereka untuk membuat persentasi lebih menarik sekalipun bahasan yang disampaikan cukup berat.

3. The Conselor atau Penasehat

Logo Beon-conselor
Prioritas
Kata – kata, Struktur dan Gambar
Kekuatan
Seorang konselor adalah speaker yang fasih dan percaya diri. Mereka cukup logis dalam penyampaian, sehingga mudah untuk diikuti.
Kelemahan
Menurut beberapa orang, ketika seorang konselor berbicara di depan banyak orang, mereka akan cenderung “garing” dan klinis.
Solusi
Sebaiknya dalam menyampaikan persentasi, seorang konselor dapat menyelipkan sedikit “anekdot”. Yang memungkinkan mereka untuk menggunakan kelebihan mereka untuk melibatkan audiens. Sehingga persentasi tidak terkesan membosankan.

4. The Storyteller atau Pendongeng

Logo-Beonstoryteller
Prioritas
Kata – kata, Gambar, dan Struktur
Kekuatan
Seorang pencerita atau pendongeng akan berbicara dnegan perasaan dan irama mereka. Mereka tidak memiliki masalah untuk memenangkan perhatian penonton, karena mereka mampu tampil dengan cukup menghibur.
Kelemahan
Tidak semua pencerita bisa menyampaikan apa maksud cerita mereka kepada penonton. Mereka memang mampu membuat nyaman dan menghibur penonton dengan cerita, baik dari jalan cerita, penyampaian dan juga suasana. Tapi ternyata tidak semua penonton bisa mendapatkan maksud dari cerita yang disampaikan.
Solusi
Seorang Storyteller perlu mengembangkan cara persentasi mereka, sehingga dapat berfungsi dengan baik dan memandu penonton melalui persentasinya. Mereka harus sedikit meninggalkan ruang dimana membimbing slide dan berbagi anekdot.

5. The Teacher atau Guru

Logo Beon-teacher
Prioritas
Struktur, Kata – kata dan Gambar
Kekuatan
Seorang Guru selalu unggul dalam menjelaskan ide – ide yang kompleks dan langkah – langkah secara logis. Mereka sangat berhati – hati ketika mereka membangun persentasi. Mereka mampu menghafal materi yang cukup besar.
Kelemahan
Guru memang bisa menjadi sangat fokus pada ide – ide mereka dan slide mereka justru mengabaikan audiens. Mereka bisa saja berlatih di sebuah ruang kosong dan kemudian hadir di depan 500 orang dengan suara dan cara penyampaian yang sama.
Solusi
Mereka dapat menghindari cara penyampaian yang terlalu membosankan dengan menambahkan beberapa hal sederhana, seperti konten visual pada persentasi mereka dan juga humor pada penyampaiannya.

6. The Producer

Logo Beon-producer
Prioritas
Struktur, Gambar/Pictures dan Kata – kata
Kekuatan
Kekuatan mereka terletak pada ketelitian dan terstukturnya persentasi dari awal sampai akhir. Mereka unggul dalam menentukan bagaimana inti dari persentasi mereka akan terungkap. Mereka melakukan itu karena ingin bekerja di belakang layar.
Kelemahan
Meskipun slideshow atau sambutan tertulis mungkin sangat baik, mereka cenderung untuk membekukan dan terperangkap dalam sebuah persentasi. Karena mereka tidak nyaman ketika mereka harus berpikir secara spontan di depan orang banyak.
Solusi
Mereka dapat membangun rasa percaya diri dengan berlatih berkali – kali untuk memulai sebuah persentasi yang menarik perhatian penonton. Mereka juga bisa belajar bagaimana kemudian mempertahankan perhatian penonton, salah satunya dengan memberikan pertanyaan retoris. Mereka harus bisa berbicara untuk poin atas blok besar, tetapi juga harus bisa berimprovisasi.

http://mediabisnisonline.com/tips-public-speaking-sesuai-dengan-kepribadian/
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : geber website devt
Copyright © 2013. DAIRI FM CIREBON - All Rights Reserved
Template Created by : MASKOLIS