Home » » Selamat, Tiga WNI ABK Korsel Jadi Saksi Kunci

Selamat, Tiga WNI ABK Korsel Jadi Saksi Kunci

Written By radiodairicirebon on Kamis, 04 Desember 2014 | 18.12

Wakil Direktur Perlindungan WNI dan BHI  

Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan kondisi ketiga warga Indonesia yang selamat dari karamnya kapal Oryong 501 kini kian membaik. Data dari KBRI Moskow, mereka kini masih dirawat di kapal pencari korban tenggelam lainnya.

Demikian ungkap Iqbal, yang dihubungi VIVAnews pada Kamis, 4 Desember 2014 melalui telepon. Ketiga awak kapal yang selamat itu, ujar dia, kemudian menjadi saksi kunci untuk mengenali korban lainnya jika ditemukan. 

"Jadi, selama ini korban belum diidentifikasi melalui proses DNA. Tetapi, tim yang terdiri dari polisi, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), dan Kemlu telah mendatangi masing-masing rumah keluarga korban untuk mengambil sampel DNA sebagai pembanding," ujar dia. 

Oleh sebab itu, dia menyebut informasi yang selama ini beredar bisa disebut tidak resmi. Lebih jauh, Iqbal mengatakan korban selamat ini perlu dirawat di rumah sakit secepatnya.

"Selain untuk pemulihan fisik, mereka pasti juga membutuhkan pemulihan dari rasa trauma psikis," imbuhnya.

Upaya pencarian korban ABK lainnya, kata Iqbal, masih terus dilakukan. Pemerintah Korsel telah mengerahkan 12 kapal. Kapal-kapal tersebut, papar Iqbal, ada yang merupakan kapal khusus penyelamat dan kapal yang dikerahkan oleh perusahaan pemilik Oryong, yakni Sajo Industry. 

"Rusia juga mengirimkan kapal penyelamat dan satu pesawat jet," imbuh dia. 

Menurut data dari kantor berita Rusia, ITAR-Tass, jet yang dikirim merupakan jenis Antonov An-26. Sebelumnya, pada Rabu kemarin, pesawat itu tidak bisa dioperasikan karena angin badai salju dan gelombang setinggi lima meter.

Sementara, terkait hak-hak yang seharusnya diterima oleh para ABK WNI itu, Kemlu telah meminta bantuan kepada Pemerintah Korsel untuk berkoordinasi dengan Sajo Industry jika ada gaji yang belum dibayarkan, supaya diberi.

"Kami juga akan mengurus dana asuransi, karena dari data yang kami miliki ke-35 WNI turut dilengkapi dengan asuransi," imbuh dia. 

Dari pihak Korsel, lanjut Iqbal, mereka telah menyampaikan skema kompensasi apa saja yang akan diterima oleh keluarga. Kemlu, imbuh Iqbal, telah meminta data skema itu dan perlu mengetahui apa saja hak-hak yang akan mereka terima.

Selain itu, Kemlu juga sudah berkoordinasi dengan BNP2TKI dan mendorong agar masing-masing agen pengerah tenaga kerja ikut memberikan uang duka bagi keluarga korban. 

"Rencananya 50 persen uang duka itu akan dicairkan dalam waktu dekat. Sisanya menyusul kemudian," kata dia. 

Data dari BNP2TKI, ada empat perusahaan pengerah jasa tKI untuk bekerja di Kapal Oryong 501, yaitu PT Mitra Samudra Cakti, PT Kimco Citra Mandiri, PT Oriza Sativa Agency, dan PT Koindo Maritime Power. Berdasarkan informasi dari KBRI Moskow, total telah ditemukan 10 WNI. 

Tujuh orang di antaranya ditemukan tak bernyawa. Maka, tim penyelamat masih harus menemukan 25 ABK WNI lainnya.

 

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : geber website devt
Copyright © 2013. DAIRI FM CIREBON - All Rights Reserved
Template Created by : MASKOLIS