Home » » 25 Persen Wartawan yang Terbunuh Sepanjang 2014 Adalah Peliput Luar Negeri

25 Persen Wartawan yang Terbunuh Sepanjang 2014 Adalah Peliput Luar Negeri

Written By radiodairicirebon on Selasa, 23 Desember 2014 | 18.03

Wartawan sedang menjalankan tugas peliputan.

Setidaknya 60 wartawan di seluruh dunia tewas sepanjang 2014 saat bertugas atau karena pekerjaannya. Dari jumlah itu, 44 persen menjadi target pembunuhan.
Data ini dilansir oleh Komite Perlindungan Wartawan (CPJ), organisasi yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/12/2014).
"Sebuah proporsi tinggi yang tak biasa, sekitar seperempat dari mereka atau 25 persen yang terbunuh adalah wartawan(desk) internasional," ujar laporan itu.
Angka itu menjadi luar biasa, lanjut laporan tersebut, karena saat ini jumlah wartawan yang mendapat ancaman justru lebih banyak dari mereka yang bertugas di dalam negeri masing-masing.
Di antara wartawan yang tewas saat bertugas pada tahun ini adalah Anja Niedringhaus, fotografer Assosiated Press, yang ditembak mati ketika meliput pemilu di Afganistan.
Namun, CPJ melaporkan pula jumlah kematian wartawansepanjang 2014 berkurang dibandingkan pada 2013 yang mencatatkan angka 70 orang.
Meski demikian, CPJ menekankan bahwa tiga tahun terakhir merupakan tahun-tahun paling mematikan bagi profesiwartawan terhitung sejak lembaga ini aktif mengumpulkan data sejak 1992.
Konflik di Suriah yang sudah memasuki tahun keempat, sebut CPJ, merupakan faktor utama dari meningkatnya kasus kematian wartawan saat bertugas atau karena terkait pekerjaannya.
Setidaknya, tulis laporan CPJ, ada 17 wartawan yang meninggal di tengah konflik di Suriah, dari total 79 orang sejak konflik tersebut pecah pada 2011.
Suriah juga terkait dengan dua kematian tragis wartawankarena dipenggal kelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), James Foley dan Steven Sotloff. Mereka berdua hilang saat meliput konflik.
Selain Suriah, konflik di perbatasan timur Ukraina juga menyebabkan lima wartawan dan dua pekerja media tewas. Data ini menjadi yang terburuk sejak berakhirnya Perang Dingin.
Adapun perang 50 hari di Gaza pada musim panas tahun ini, menewaskan setidaknya 4 wartawan dan dua kru media, termasuk wartawan foto Associated Press Simone Camili dan penerjemahnya Ali Shehda Abu Afash.
Irak menjadi lokasi yang menewaskan lima wartawansepanjang 2015, dengan tiga di antaranya tewas saat meliput perlawanan menghadapi ISIS.
CPJ mencatat pula ada wartawan yang tewas karena meliput endemi ebola di kawasan barat Afrika. Laporan ini menyatakan bahwa CPJ masih menyelidiki kematian 18wartawan sepanjang 2014, sembari menegaskan mereka tak menyertakan data wartawan yang meninggal karena sakit atau kecelakaan pesawat, kecuali hal itu terjadi karena serangan yang disengaja.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : geber website devt
Copyright © 2013. DAIRI FM CIREBON - All Rights Reserved
Template Created by : MASKOLIS