Home » » "Cahaya dari Timur: Beta Maluku", Kisah Nyata Konflik di Maluku

"Cahaya dari Timur: Beta Maluku", Kisah Nyata Konflik di Maluku

Written By radiodairicirebon on Rabu, 18 Juni 2014 | 01.36

Satu lagi film berkualitas besutan sineas Tanah Air akhirnya muncul.
Setelah mengerjakan "Hari untuk Amanda" pada 2010, sutradara Angga Dwimas Sasongko kembali menghadirkan film terbaru, "Cahaya dari Timur: Beta Maluku". Film ini menjadi film pertama dari rangkaian proyek Cahaya dari Timur yang bertujuan mengangkat lebih banyak kisah inspiratif dari Indonesia Timur.
"Cahaya dari Timur: Beta Maluku" mengambil kisah perjuangan Sani Tawainella (Chicco Jericho) yang pulang kampung setelah gagal merintis karir sebagai pemain sepak bola profesional.
Di tengah situasi konflik agama yang terjadi di Maluku, Sani ingin menyelamatkan anak-anak di kampungnya melalui sepak bola. Di antara kesulitan hidup dan pilihan antara keluarga atau sepak bola, Sani ditugaskan membawa timnya mewakili Maluku di kejuaraan nasional. Keputusan Sani membaurkan anak-anak yang berbeda agama dalam satu tim menyebabkan perpecahan. Sani dihadapkan dengan trauma kegagalan masa lalu dan kesempatan untuk membawa cerita baik bagi Maluku.
Film ini diangkat dari kisah nyata yang menggambarkan kondisi sebenarnya tanah Maluku ketika terjadi konflik agama. Diproduseri oleh Glenn Fredly, "Cahaya dari Timur: Beta Maluku" dibintangi oleh Jajang C. Noer, Shafira Umm, Abdurrahman Arif, Aufa Assgaf, dan Bebeto Leutually.
"Cahaya dari Timur: Beta Maluku" dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 Juni 2014.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : geber website devt
Copyright © 2013. DAIRI FM CIREBON - All Rights Reserved
Template Created by : MASKOLIS